Kamis, 21 Maret 2013

KARYA ILMIAH TENTANG PENCEMARAN UDARA

BAB I
PENDAHULUAN
1.    Latar belakang

Pencemaran udara sudah menjadi masalah yang serius di kota ketapang. Dampak pencemaran udara terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia serta ekosistem telah menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Peningkatan pencemaran udara disebabkan peningkatan pertumbuhan penduduk dan laju urbanisasi yang mendorong pertumbuhan kendaraan bermotor, penurunan ruang terbuka hijau, perubahan gaya hidup yang mendorong pertumbuhan konsumsi energi, ketergantungan kepada minyak bumi sebagai sumber energi, serta kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pencemaran udara dan pengendaliannya selain itu juga banyak pabrik pabrik yang sering membuang polusi polusi yang sangat berbahaya bagi masyarakat.

2.   Rumusan masalah

1.      Zat apa saja yang terkandung didalam Pencemaran Pdara?
2.      Apa penyebab dari pencemaran udara ?
3.      Cara apa saja  yang dapat dilakukan untuk mengatasi pencemaran udara?

3.   Tujuan

Karya ilmiah ini yang berjudul Musnahkan Penceran Udara di Ketapang di buat dengan tujuan yaitu:
1.      Agar pemerintah bisa berusaha lebih keras lagi untuk menanggulangi pencemaran yang ada di kabupaten ini.
2.      agar lingkungan lingkungan di ketapang ini bias bersih seperti 10 tahun lalu yaitu yang  dulu biasa orang mengatakan bahwa lingkungan ketapang ini seperti surga

BAB II
PEMBAHASAN
1.     Pencemaran udara
Sekilas pandang mengenai pencemaran udara. pengertian, pengaruhnya terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan manusia serta teknologi terbaru untuk menguranginya. Semakin pesatnya kemajuan ekonomi mendorong semakin bertambahnya kebutuhan akan transportasi, dilain sisi lingkungan alam yang mendukung hajat hidup manusia semakin terancam kualitasnya, efek negatif pencemaran udara kepada kehidupan manusia kian hari kian bertambah. Untuk itulah tulisan singkat ini dipersembahkan sebagai bahan awal untuk melangkah menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman. Pencemaran udara adalah masuknya, atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan. Pencemaran udara dapat terjadi dimana-mana, misalnya di dalam rumah, sekolah, dan kantor. Pencemaran ini sering disebut pencemaran dalam ruangan (indoor pollution). Sementara itu pencemaran di luar ruangan (outdoor pollution) berasal dari emisi kendaraan bermotor, industri, dan proses alami oleh makhluk hidup. Sumber pencemar udara dapat diklasifikasikan menjadi sumber diam dan sumber bergerak. Sumber diam terdiri dari pembangkit listrik, industri dan rumah tangga. Sedangkan sumber bergerak adalah aktifitas lalu lintas kendaraan bermotor dan tranportasi laut. Dari data yang kami amati sekarang di kota ketapang ini, emisi kendaraan bermotor merupakan kontribusi terbesar terhadap konsentrasi NO2 dan CO di udara yang jumlahnya lebih dari 50%. Penurunan kualitas udara yang terus terjadi selama beberapa tahun terakhir menunjukkan kita bahwa betapa pentingnya digalakkan usaha-usaha pengurangan emisi ini. Baik melalui penyuluhan kepada masyarakat ataupun dengan mengadakan penelitian bagi penerapan teknologi pengurangan emisi.

2.      Zat-zat Pencemar Udara
Dalam pencemaran udara banyak sekali zat – zat yang dapat merusak daya tahan tubuh manusia sehingga manusia bisa menjadi sakit bahkan bisa meninggal. Zat – zat tersebut diantaranya yaitu

1.      Emisi Karbon Monoksida (CO)
Asap kendaraan merupakan sumber utama bagi karbon monoksida di berbagai perkotaan. Dari masyarakat yang kami survey (hasil diskusi kami di sekolah)  mengungkapkan pencemaran udara disebabkan karena benda bergerak atau transportasi umum yang berbahan bakar solar terutama berasal dari Metromini. Percampuran yang baik antara udara dan bahan bakar terutama yang terjadi pada mesin-mesin yang menggunakan Turbocharge merupakan salah satu strategi untuk meminimalkan emisi CO. Karbon monoksida yang meningkat di berbagai perkotaan dapat mengakibatkan turunnya berat janin dan meningkatkan jumlah kematian bayi serta kerusakan otak. Karena itu strategi penurunan kadar karbon monoksida akan tergantung pada pengendalian emisi seperti pengggunaan bahan katalis yang mengubah bahan karbon monoksida menjadi karbon dioksida dan penggunaan bahan bakar terbaru yang rendah polusi bagi kendaraan bermotor

2.      Nitrogen Oksida (NOx)
Dari hasil pemeriksaan kami di internet kami mendapatkan informasi bahwa (Sampai tahun 1999 NOx yang berasal dari alat transportasi laut di Jepang menyumbangkan 38% dari total emisi NOx (25.000 ton/tahun) . NOx terbentuk atas tiga fungsi yaitu Suhu (T), Waktu Reaksi (t), dan konsentrasi Oksigen (O2), NOx = f (T, t, O2). Secara teoritis ada 3 teori yang mengemukakan terbentuknya NOx, yaitu:
a)      Thermal NOx (Extended Zeldovich Mechanism)
Proses ini disebabkan gas nitrogen yang beroksidasi pada suhu tinggi pada ruang bakar
b)       Prompt NOx
Formasi NOx ini akan terbentuk cepat pada zona pembakaran.
c)      Fuel NOx
NOx formasi ini terbentuk karena kandungan N dalam bahan bakar.


3.      SOx (Sulfur Oxide : SO2, SO3)
Emisi SOx terbentuk dari fungsi kandungan sulfur dalam bahan bakar, selain itu kandungan sulfur dalam pelumas, juga menjadi penyebab terbentuknya SOx emisi. Struktur sulfur terbentuk pada ikatan aromatic dan alkyl. Dalam proses pembakaran sulfur dioxide dan sulfur trioxide terbentuk dari reaksi:
S + O2 = SO2              
SO2 + 1/2 O2 = SO3
Kandungan SO3 dalam SOx sangat kecil sekali yaitu sekitar 1-5%. Gas yang berbau tajam tapi tidak berwarna ini dapat menimbulkan serangan asma, gas ini pun jika bereaksi di atmosfir akan membentuk zat asam. Badan WHO PBB menyatakan bahwa pada tahun 1987 jumlah sulfur dioksida di udara telah mencapai ambang batas yg ditetapkan oleh WHO.
4.      Emisi HydroCarbon (HC)
Pada mesin, emisi Hidrokarbon (HC) terbentuk dari bermacam-macam sumber. Tidak terbakarnya bahan bakar secara sempurna, tidak terbakarnya minyak pelumas silinder adalah salah satu penyebab munculnya emisi HC. Emisi HC pada bahan bakar HFO yang biasa digunakan pada mesin-mesin diesel besar akan lebih sedikit jika dibandingkan dengan mesin diesel yang berbahan bakar Diesel Oil (DO). Emisi HC ini berbentuk gas methan (CH4). Jenis emisi ini dapat menyebabkan leukemia dan kanker.
5.      Partikulat Matter (PM)
Partikel debu dalam emisi gas buang terdiri dari bermacam-macam komponen. Bukan hanya berbentuk padatan tapi juga berbentuk cairan yang mengendap dalam partikel debu. Pada proses pembakaran debu terbentuk dari pemecahan unsur hidrokarbon dan proses oksidasi setelahnya. Dalam debu tersebut terkandung debu sendiri dan beberapa kandungan metal oksida. Dalam proses ekspansi selanjutnya di atmosfir, kandungan metal dan debu tersebut membentuk partikulat. Beberapa unsur kandungan partikulat adalah karbon, SOF (Soluble Organic Fraction), debu, SO4, dan H2O. Sebagian benda partikulat keluar dari cerobong pabrik sebagai asap hitam tebal, tetapi yang paling berbahaya adalah butiran-butiran halus sehingga dapat menembus bagian terdalam paru-paru. Diketahui juga bahwa di beberapa kota besar di dunia perubahan menjadi partikel sulfat di atmosfir banyak disebabkan karena proses oksida oleh molekul sulfur.


3.     Efek Negatif Pencemaran Udara Bagi Kesehatan Tubuh
Menjelaskan tentang pengaruh pencemaran udara terhadap makhluk hidup. Rentang nilai menunjukkan batasan kategori daerah sesuai tingkat kesehatan untuk dihuni oleh manusia. Karbon monoksida, nitrogen, ozon, sulfur dioksida dan partikulat matter adalah beberapa parameter polusi udara yang dominan dihasilkan oleh sumber pencemaran.

4.     Tentang Teknologi Penanggulangan Emisi dari Kendaraan
Secara sekilas teknologi penanggulangan emisi yang kami ketahui dari informasi di majalah atau pun internet mesin dapat dikategorikan menjadi dua bagian besar yaitu Pengurangan emisi metoda primer dan Pengurangan emisi metoda sekunder .
Untuk pengurangan emisi metoda primer adalah sebagai berikut:
Berdasarkan bahan bakar :
a)      Penggunaan bahan bakar yang rendah Nitrogen dan Sulfur termasuk penggunaan non fossil fuel
b)      Penggalangan penggunaan Non Petroleum Liquid Fuels
c)      Penggunaan angka cetan yang tinggi bagi motor diesel dan angka oktan bagi motor bensin
d)     Penggunaan bahan bakar Gas
e)      Penerapan teknologi emulsifikasi (pencampuran bahan bakar dengan air atau lainnya)
Berdasarkan Perlakuan Udara :
a)      Penggunaan teknologi Exhaust Gas Recirculation (EGR)
b)      Pengaturan temperature udara yang masuk pada motor
Humidifikasi
Berdasarkan Proses Pembakaran :
a)      Modifikasi pada pompa bahan bakar dan sistem injeksi bahan bakar
b)      Pengaturan waktu injeksi bahan bakar
c)      Pengaturan ukuran droplet dari bahan bakar yang diinjeksikan
d)     Injeksi langsung air ke dalam ruang pembakara

Sementara itu pengurangan emisi metoda sekunder adalah :
1.      Penggunaan Selective Catalytic Reduction (SCR)
2.      Penerapan teknologi Sea Water Scrubber untuk aplikasi di kapal
3.      Penggunaan katalis magnet yang dipasang pada pipa bahan bakar
4.      Penggunaan katalis pada pipa gas buang kendaraan bermotor


BAB III
PENUTUP
1)    Kesimpulan
Melihat kenyataan sekarang yang kita alami dan seperti dituliskan diatas, polusi udara merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang serius di kabupaten ketapang. Saat ini, sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan peningkatan ekonomi transportasi. Uji kelayakan emisi yang sejak beberapa tahun terakhir didengung-dengungkan oleh pemerintah kabupaten ketapang  ternyata tidak berjalan dengan yang diharapkan. Jumlah kendaraan bermotor di jalan raya kian hari semakin meningkat. Di wilayah ketapang pertambahan kendaraan semakin meningkat apa lagi banyak terdapat pabrik – pabrik  yang aktif di kabupaten ketapang (seperti pabrik kelapa sawit dan bauksit), hal ini lah yang  menambah terpuruknya kondisi lingkungan udara kita. Penulis berharap semoga dengan kenaikan harga pokok bahan bakar minyak bagi kendaraan yang ditetapkan pemerintah dapat menjadi salah satu momentum bagi kita semua untuk melangkah berpikir tentang lingkungan udara yang sehat serta dengan mengurangi kendaraan kendaraan yang banyak mengandung polusi (seperti kendaraan 2 tak). Kesadaran masyarakat akan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi dan didukung dengan penyediaan angkutan massal yang baik dan nyaman oleh pemerintah akan menciptakan lingkungan udara yang sehat bagi manusia di kabupaten ketapang ini.

2)    Saran dan kritik
Dari fakta – fakta yang penulis lihat saat ini yang di alami oleh kota ketapang dan didukung dengan karya ilmiah yang penulis buat berdasarkan bukti – bukti yang konkrit, penulis ingin memberikan saran dan kritik yaitu bagi pemerintah kabupaten ketapang dan bagi masyarakat ketapang.
1.      Bagi pemerintah kabupaten ketapang
a)      Pemerintah harus mengkoordinir dengan masyarakat agar mengurangi pencemaran yaitu dengan cara mengadakan penyuluhan- penyuluhan.
b)      Pemerintah kabupaten ketapang harus membuat peraturan – peraturan tentang pencemaran lingkungan
c)      Menyebarkan spanduk – spanduk tentang bahaya pencemaran ingkungan
d)     Pemerintah kabupaten ketapang harus bisa memperbaiki kembali lingkungan di kota ketapang ini

2.      Bagi masyarakat ketapang
a)      Masyarakat harus ikut serta membantu pemerintah ketapang dalam memperbaiki kembali lingkungan ketapang yang telah rusak
b)      Masyarakat ketapang harus menjaga lingkungan kabupaten ketapang ini baik dari kalangan anak-anak,remaja ataupun orang dewasa

  
BAB III
 Daftar Pustaka
Badan Pengendalian Dampak Lingkungan, 2002, Presentasi Data ISPU - Januari 2002 hingga Desembar 2002.
Badan Pengendalian Dampak Lingkungan, 2002, Sumber dan Standar Kesehatan Emisi Gas Buang.
Nishida Osami, 2001, Actual State and Prevention of Marine Air Pollution from Ships, Review of Kobe University of Mercantile Marine No. 49, Kobe-Japan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar